Rabu, 19 November 2014

mencegah hewan kesayangan dari jamuran

kucing
Para pembaca tentunya menginginkan hewan kesayangannya sehat, aktif dan lincah. Salah satu penyakit yang muncul pada hewan kesayangan adalah dermatofitosis atau jamuran. Pakar kesehatan menjelaskan meningkatnya jamur pada kulit hewan kesayangan seiring dengan penurunan kekebalan tubuh. Jamur merupakan flora normal pada tubuh hewan. Namun, dalam keadaan kekebalan tubuh yang menurun, perkembangan jamur dapat meningkat pesat sehingga menyebabkan gangguan kulit disertai gatal yang luar biasa. Hewan akan kehilangan nafsu makan disebabkan stress yang berkepanjangan.
Apa saja yang perlu kita lakukan untuk mencegah terjadinya dermatofitosis (jamuran)?
1. Tempatkan hewan di kandang yang tidak lembab, sirkulasi udara yang cukup.
2. Memberi asupan nutrisi yang cukup, jika perlu beri vitamin secara rutin.
3. Mandikan secara rutin, 1 minggu sekali. Untuk pencegahan jamur, dapat dimandikan dengan sabun sulfur. Namun, perlu diperhatikan terkadang hewan tidak menyukai bau sulfur sehingga dapat menyebabkan turunnya nafsu makan.
4. Beri pakan dengan kadar protein dan lemak yang sewajarnya. Kelebihan nutrisi juga menyebabkan peningkatan asam lemak yang disekresikan melalui kulit sehingga kulit menjadi tempat yang subur untuk perkembangan bakteri dan jamur.
5. Konsultasi dan periksakan hewan kesayangan setiap 3 bulan sekali pada dokter hewan terdekat.
6. Bila terdapat hewan yang jamuran, pisahkan dari hewan yang sehat dan berikan treatmen yang tepat.
Bila hewan kesayangan anda sudah terserang penyakit ini, silakan baca mengenai bagaimana mengatasi hewan kesayangan yang jamuran.
Selamat mencoba,,

Selasa, 14 Oktober 2014

Puskeswan tempat saya bertugas ini dibangun kurang lebih tahun 1995. Kami menempati Puskeswan ini sejak Maret 2013. Saat ini ada 3 dokter hewan yang bertugas di sini; saya, istri saya dan satu dokter yang baru bertugas awal Mei 2014. Idealnya setidaknya kami membutuhkan tenaga inseminator, paramedis dan administrasi untuk bisa menjalankan Puskeswan ini secara maksimal.


Saya tinggal di samping kantor Puskeswan. Ada dua rumah dinas, salah satunya kami tempati. Alhamdulillah untuk keluarga baru seperti kami, pastinya sangat terbantu. Foto di atas diambil baru-baru saja sekitar awal Oktober 2014. 

Sebelumnya karena posisi belakang rumah terbuka, kami menambah dapur sekaligus menutup belakang rumah agar lebih aman



Beberapa bulan setelah dapur jadi, ternyata pondasi dapur kurang tinggi, sehingga saat banjir datang air pun masuk ke rumah.



 Tentunya yang bikin kerasan di sini karena ada si kecil yang selalu ingin ikut apa yang dikerjakan Abi Uminya :D
 Dokumentasi 2013